Cerpen (Cerita Pendek): Diary

Cerpen cinta diary menceritakan tentang gadis remaja yang sedang jatuh cinta namun hanya bertepuk sebelah tangan. Diary nya sebagai saksi biksu. Cerpen ini karangan dari Ms. Diana. Jangan lewatkan cerpen-cerpen menarik lainnya.


Cerpen (Cerita Pendek): Diary

Cerpen (Cerita Pendek): Diary (Photo: my-diary.org)

Dear Diary,

Hai namaku Kelly, aku gadis yang periang, usiaku baru 17 tahun. Aku punya sahabat yang paling baik lho.. Namanya Rose..

Aku juga punya gebetan lho, namanya Gerald teman sekelasku. Orangnya cakep abis, cute, pokoknya buat aku jatuh hati deh.

Besok aku ada test matematika nih, udahan dulu ya diary, mau belajar nih..

Kelly

Aku menutup diaryku dan menyimpannya di lemari rahasia. Entah mengapa aku ingin mengungkapkan hari-hariku di buku diaryku. Aku segera mengambil buku matematika dan belajar untuk test besok.

Aku terbangun dengan kaget saat alarm jamku berbunyi, segera aku lari ke kamar mandi untuk mandi dan gosok gigi. Saat aku sarapan orang tuaku sudah menunggu di meja makan.

“Pagi Mom, Dad.” Sapaku sambil mencium pipi mereka.
“Pagi sayang, ayo segera dimakan, keburu telat nanti.” Kata Mom.
“Siap Mom”, kuambil rotiku dan kusesap susu coklatku.

Aku pergi diantar Dad ke sekolah, setelah itu baru Dad berangkat kerja. Aku sudah tidak sabar ingin ketemu Gerald dan Rose. Meskipun Rose teman baikku, tapi dia tidak tahu kalau aku suka dengan Gerald. Entah kenapa aku malu untuk bilang kepadanya.

“Hai Kel, uda belajar belum?” Tanya Rose ketika aku masuk kelas.
“Udah, kamu?” Aku menaruh tasku kemudian duduk di bangkuku.
“Udah juga. Tuh si Gerald minta duduk sama kamu, katanya mau minjem catatan matematikamu.” Rose memindahkan tasnya ke tempat duduk Gerald.

Seharian sudah terlewati, test berjalan dengan lancar dan sekarang waktunya pulang. Begitu sampai rumah, aku langsung lari menuju kamarku dan segera mengambil diaryku.

Dear Diary,

Hari ini aku happy banget, gimana gak, Gerald minta duduk di sebelahku. Rasanya hari begitu cepat, aku ingin setiap hari seperti ini. Aku rela melakukan apa saja asal Gerald bisa bersamaku.

Diary, kapan ya si Gerald itu mengerti perasaanku? Apa dia juga mengalami perasaan yang sama sepertiku? Aku benar-benar penasaran.

Laper nih, udahan dulu ya diary, sampai ketemu besok lagi.

Kelly

Seharian ini aku sangat bahagia, hatiku seperti bersenandung riang. Aku tidur dengan mimpi yang indah. Tidurku benar-benar nyenyak sehingga aku bangun dengan keceriaan. Aku berangkat ke sekolah dengan perasaan bahagia. Dan begitu pulang, aku tak sabar untuk menceritakan semua pengalamanku ke diary.

Dear Diary,

Hai.. Hari ini Rose ulang tahun lho, dia mentraktirku dan Gerald makan siang di kantin. Gerald duduk di sebelahku. Entah bagaimana cara agar aku dan Gerald bisa bersama. Tapi aku juga tidak mengerti perasaannya kepadaku, kadang dia baik banget, tapi kadang dia bisa sangat menjengkelkan. Tapi aku tetap suka dia sih.

Udahan yah, mau kerja tugas fisika dulu.

Kelly

Besoknya..

Dear Diary,

Hari ini aku sedih, Gerald menceritakan mantannya, dan dia bilang masih suka sama mantannya itu. Gerald juga cerita tentang orang yang disukanya, dan ternyata itu adik kelas kita, bukannya aku.

Aku harus bagaimana dong? Untung tidak ada yang tahu kalau aku suka sama Gerald. Untungnya cuma kamu diary yang tahu. Aku butuh curhat, tapi aku gak bisa curhat sama Rose, untungnya aku punya kamu, bila tidak aku tidak tahu harus curhat kepada siapa.

Aku tidur dulu ya diary.

Kelly

Pagi-pagi aku bangun dengan enggan, dan rasanya untuk pertama kalinya aku tidak ingin ke sekolah, aku tidak ingin bertemu dengan Gerald. Tapi aku juga tidak mungkin bisa meliburkan diri. Untungnya tidak ada yang tahu tentang perasaanku kepada Gerald, rahasiaku aman bersama diary, aku tidak perlu malu kepada siapapun. Akhirnya aku pergi ke sekolah dengan enggan. Sehari di sekolah terasa bagaikan setahun, aku merasa menjadi orang yang pendiam, untungnya sebentar lagi waktunya pulang.

Sesampainya di rumah Mom uda menungguku di ruang tamu, aku segera menghampirinya dan memberikan ciumanku kepadanya.
“Tumben Mom nungguin aku? Biasanya gak pernah.” Godaku sambil melepas sepatuku.
“Mom cuma penasaran aja, jadi pengen tanya sama kamu langsung. Gerald itu siapa sih?” Tanya Mom santai.
Mukaku langsung memerah karena malu, apa yang harus aku lakukan? Marah? Atau apa?
“Ya teman sekelas aku. Mom masuk kamarku ya?” Kemarahanku mulai timbul.
“Iya, tadi waktu beresin kamarmu. Salah sendiri kamarnya gak pernah diberesin sendiri.” kata Mom dengan santai.

Aku lega karena hanya mom yang tahu tentang Gerald, tapi aku jadi mengerti bila curhat di diary juga tidak selamanya aman. Bila kita lupa meletakkan disembarang tempat, atau ada orang yang menemukan, maka semua rahasia kita akan terbongkar. Semuanya sudah terjadi, mom sudah mengetahuinya, dan untungnya hanya mom yang tahu. Akhirnya aku memutuskan untuk memusnahkan saja diaryku agar gak ada lagi orang yang tahu.

Share and Enjoy

  • Facebook
  • Twitter
  • Delicious
  • LinkedIn
  • StumbleUpon
  • Add to favorites
  • Email
  • RSS

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


nine × = 45

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>