Cara Menggunakan Multitester Atau Multimeter Yang Baik Dan Benar

cara memakai atau menggunakan multitester atau multimeter yang baik dan benar memang gampang gampang susah, dan berikut ini akan dijelaskan dengan lengkap cara menggunakannya. 

cara menggunakan multitester multimeter

Ilustrasi

Multimeter atau multitester Adalah alat yang dapat dipakai untuk mengecek tegangan AC atau DC, tahanan serta keberlangsungan komponen listrik serta beberapa arus kecil dalam rangkaian. Alat ini bermanfaat untuk dapat lihat apakah ada tegangan dalam satu sirkuit. Dengan hal tersebut, multitester bisa membantumu. selain multitester, nama lain dari multimeter yang sering disebut oleh orang adalah voltmeter.

Sebelum kita mempelajari cara menggunakan multimeter atau multitester yang baik dan benar, Awalilah dengan Langkah 1 untuk membiasakan diri dengan alat tersebut serta belajar untuk memakai fungsi yang tidak sama dalam mengukur ohm, volt, serta ampere.

1. Membiasakan Diri dengan Multitester

Hal ini sangat penting, karena tanpa membiasakan diri, akan sulit dalam melakukan pengukuran, dan berikut ini adalah hal yang harus dilakukan dalam membiasakan diri dengan multitester.

Temukan papan skala pada Multitester Kamu

Sisi itu mempunyai skala berupa melengkung yang terlihat lewat kotak serta jarum penunjuk yang bakal tunjukkan nilai-nilai yang di baca dari skala.

Skala-skala melengkung pada kotak meter. mempunyai warna tidak sama yang tunjukkan tiap-tiap skala, hingga mereka bakal mempunyai nilai yang tidak sama. Itu memastikan besar rentangannya.

Permukaan pemantul seperti cermin yang berupa melengkung serta sedikit lebih lebar juga mungkin saja terdapat. Cermin dipakai untuk menolong kurangi hal yang dimaksud ” kekeliruan paralaks, ” dengan menyejajarkan jarum penunjuk dengan bayangannya sebelum membaca nilai yang diperlihatkan. Pada gambar diatas, permukaan itu terlihat seperti seutas jalur abu-abu lebar diantara skala merah serta hitam.

Sebagian besar multimeter terbaru mempunyai keluaran digital pada layar daripada skala analog. Manfaat dasarnya sama, tetapi Kamu bisa membaca multitester digital dengan hasil numeriknya dengan cepat. tapi saat ini yang kita praktikan adalah cara menggunakan multitester analog

Temukan tombol pilihan atau saklar

Hal itu memungkinkanmu untuk merubah manfaat pada volt, ohm, serta ampere serta untuk merubah skala (x1, x10, dan lain-lain) dari meteran. Sebagian besar manfaat multitester ada dalam sebagian rentang pengukuran. Oleh karenanya, sangat diutama untuk mengatur keduanya dengan benar. Bila tidak, dapat mengakibatkan kerusakan serius yang terjadi pada meteran atau efek yang membahayakan operator bakal terjadi.

  • Sebagian meteran mempunyai posisi ” Off ” (mati) pada switch selektornya sesaat yang lain mempunyai tombol yang terpisah. multitester mesti dimatikan apabila disimpan serta tak dipakai.

Cari lubang jack pada multitester untuk memasukkan kabel pengukuran

Pada umumnya multitester mempunyai beberapa colokan yang dipakai dengan tujuan untuk :

  • Satu umumnya memiliki label ” COM ” atau (-) , yang bermakna common (umum) . Umumnya kabel pengukuran berwarna hitam dikaitkan pada lubang itu. Jack itu bakal dipakai untuk nyaris tiap-tiap pengukuran yang di ambil.
  • Harusnya jack lain yang ada bakal mempunyai simbol ” V ” (+) serta lambang Omega (tapak kuda terbalik) semasing untuk Volt serta Ohm.
  • Lambang + serta – mewakili polaritas probe kabel pengukuran saat lakukan pengukuran tegangan DC. Dalam pemasangan standard, kabel merahlah yang bakal mempunyai polaritas positif di banding kabel hitam. Hal itu bagus untuk di ketahui saat rangkaian yang diuji tak memiliki label + atau -, seperti yang pada umumnya ada.
  • Sebagian besar multimeter mempunyai jack penambahan yang dibutuhkan untuk pengukuran arus atau tegangan tinggi. Menghubungkan kabel ke lubang jack yang pas sama utamanya dengan pilih rentang serta model pengukuran yang benar (pada volt, ampere, ohm). Semuanya mesti benar. Baca kembali buku tips multitester bila terasa tak meyakini jack mana yang harusnya dipakai.

Siapkan kabel pengukur

Semestinya ada dua buah kabel yang biasanya berwarna hitam serta merah (semasing satu buah) . Ke-2 kabel tersebutlah yang bakal dikaitkan ke alat apapun yang ingin anda ukur

Cari Sekring dan kotak baterai

Umumnya kotak itu ada dibagian belakang, namun sebagian jenis memilikinya di samping. Kotak itu menyimpan sekring (serta mungkin saja cadangannya) serta baterai yang memasok listrik ke multitester untuk menguji tahanan.

  • Multitester mungkin saja mempunyai lebih dari satu baterai, dan mungkin dapat mempunyai ukuran yang tidak sama. Sekring disiapkan untuk dapat membuat perlindungan gerakan meter. Demikian pula, kerapkali ada kian lebih satu sekring. Sekring yang bagus dibutuhkan supaya multitester bisa bekerja serta baterai dibutuhkan untuk pengukuran kendala/kontinuitas aliran listrik.

Dapatkan kenop Zero Adjustment (pengatur nilai 0)

Ini merupakan kenop kecil, umumnya terdapat di dekat tombol yang di beri label ” Ohms Adjust ” , ” 0 Adj ” , atau semacamnya. Kenop itu cuma dipakai untuk rentang pengukuran ohm atau kendala dalam kondisi probe kabel pengukuran sama-sama melekat (bersentuhan dengan keduanya) .

  • Putar kenop dengan cara perlahan-lahan untuk mengeset jarum pada posisi 0 dalam skala Ohm. Bila baterai baru dipasang, semestinya lebih gampang – jarum yang tidak bisa menunjuk ke nilai 0 tunjukkan kalau baterai lemah serta mesti ditukar.

2. Cara Mengukur Tahanan Dengan Multitester

Atur multimeter ke model ohm atau tahanan

step 2 - 1

Step 2 – 1

Hidupkan multimeter ke model ON bila ia mempunyai saklar daya terpisah. Saat multimeter mengukur tahanan dalam ohm, ia tidak bisa mengukur kontinuitas lantaran tahanan serta kontinuitas berlawanan. Saat terdapat sedikit tahanan, kontinuitas bakal besar, serta demikian sebaliknya. Dengan itu, anda bisa bikin anggapan mengenai kontinuitas berdasar pada nilai-nilai tahanan yang diukur.

Mencari skala Ohm pada pemutar. Pada multimeter analog, skala itu umumnya terdapat teratas serta mempunyai nilai paling tinggi pada segi kiri ( ” ∞ ” , tidak berhingga) yang dengan cara bertahap menyusut sampai 0 di samping kanan. Itu berkebalikan dari skala lain, yang mempunyai nilai paling rendah di samping kiri serta paling tinggi samping kanan.

Amati tanda multimeter

Step 2 - 2

Step 2 – 2

Bila kabel pengukuran tak tersambung dengan apapun, jarum atau penunjuk dari multimeter analog bakal diam di posisi paling kiri, mengisyaratkan nilai tahanan tidak berhingga atau ” rangkaian terbuka. ” Hal itu aman serta bermakna tak terdapat kontinuitas atau sambungan arus pada kabel hitam serta merah.

Sambungkan kabel pengukuran

step 2 -3

Step 2 – 3

Sambungkan kabel hitam ke jack yang ditandai ” Common ” atau ” – ” . Lalu, sambungkan kabel merah ke jack yang ditandai dengan (lambang Ohm) Omega atau huruf ” R ” di dekatnya.

  • Atur rentang pengukuran (bila ada) ke R x 100.

Sentuhkan semasing ujung kabel pengukuran antara ujung kabel hitam dan merah

Step 2 - 4

Step 2 – 4

Penunjuk multimeter bakal bergerak ke arah kanan. Mencari kenop pengatur nilai 0 bertanda Zero Adjust, tekan serta putar hingga meteran tunjukkan ” 0 ” (atau mendekati ” 0 ” sebisa-bisanya) .
Cermati kalau posisi itu yaitu ” rangkaian pendek ” atau ” 0 ohm ” tanda-tanda untuk rentang R x 1 itu.
Senantiasa ingat untuk ” menge-nol-kan ” meteran selekasnya sesudah pergantian tahanan atau anda bakal temukan kekeliruan penunjukan nilai.
Bila anda tidak bisa meraih nilai 0 ohm, hal itu bisa bermakna baterai lemah serta mesti ditukar. Cobalah lagi mengerjakannya dengan baterai baru.

Ukurlah tahanan dari suatu hal, umpamanya bola lampu yang masih bagus

step 2 - 5

Step 2 – 5

Mencari dua titik kontak listrik dari bola lampu. Mereka bakal jadi anoda serta katoda.

  • Bawalah seorang yang bisa menolong untuk memegang bola lampu pada kacanya.
  • Tekan ujung kabel hitam pada anoda serta ujung kabel merah pada katoda.
  • Saksikan jarum bergerak, dari diam pada samping kiri lantas bergerak cepat ke 0 di samping kanan.

Cobalah rentang yang tidak sama

step 2 - 6

Step 2 – 6

Ganti rentang pengukuran ke R x 1. Nol-kan kembali multimeter untuk rentang itu serta ulangilah langkah diatas. Amati gerakan meteran ke kanan yg tidak terlalu secepat dari sebelumnya. Skala tahanan sudah dirubah hingga tiap-tiap nomer pada skala R bisa di baca segera.

  • Pada langkah sebelumnya, tiap-tiap angka mewakili nilai terbaca dikali 100. Dengan hal tersebut, 150 = 15. 000 pada pengukuran terlebih dulu. Saat ini, 150 cuma 150. Sebagai contoh lain, pada skala R x 10, 150 bermakna 1. 500. Skala yang diambil begitu utama untuk pengukuran yang akurat.
  • Dengan pemahaman itu, tekuni skala R. Skala itu tak berbentuk linier seperti skala yang lain. Nilai di segi kiri lebih sulit di baca daripada di samping kanan. Berusaha untuk membaca 5 ohm pada meteran di rentang R x 100 bakal tampak seperti 0. Bakal tambah lebih gampang membaca nilai itu pada skala R x 1. Hal itu yang jadi penyebab saat menguji tahanan, kita mesti sesuaikan rentang terlebih dulu supaya pembacaan bisa di ambil dari tengah daripada sisi kanan atau kiri.

Test tahanan di tangan

step 2 -7

Step 2 – 7

Pakai rentang pembacaan R setinggi mungkin saja serta nolkan multimeter.
Tempelkan dengan cara lemas ujung kabel pengukuran pada semasing tangan serta baca meteran. Lalu, coba menggenggam erat ujung kabel. Cermati tahanan yang menyusut.
Bebaskan kabel serta basahi tangan. Pegang ujung kabel lagi. Cermati kalau tahanan masihlah rendah.

Pastikan pembacaan nilai sudah akurat

Utama meyakinkan kalau ujung kabel pengukuran tak menyentuh apapun terkecuali piranti yang tengah diuji. Piranti yang sudah terbakar tidak akan dapat tunjukkan ” rangkaian terbuka ” pada meteran waktu pengujian bila jarimu memberi jalur alternatif penghantaran arus, seperti saat menyentuh ujung kabel.

3. Mengukur Tegangan Dengan Multitester

Atur meteran untuk memakai rentang paling tinggi untuk tegangan AC.

step 3 - 1

Step 3 – 1

Dalam beberapa besar masalah, tegangan yang bakal diukur mempunyai nilai yg tidak di ketahui. Untuk argumen itu, kisaran paling tinggi diambil hingga rangkaian multimeter akan tidak alami rusaknya akibat tegangan yang semakin besar dari perkiraan.

  • Jika multimeter ditata ke rentang pengukuran 50 V, menghubungkannya dengan stop kontak standard PLN dengan tegangan 220 V bisa mengakibatkan kerusakan multimeter sampai tak dapat dipakai lagi. Awalilah dari rentang paling tinggi lantas turunkan ke rentang paling rendah yang masihlah dapat menunjukkan nilai tegangan itu.

Gunakan kabel pengukuran.

step 3 - 2

Step 3 – 2

Masukan probe hitam pada jack bertulisan ” COM ” atau ” – “. Selanjutnya, masukan probe merah ke ” V ” atau ” + “.

Tinjau skala tegangan.

step 3 - 3

Step 3 – 3

Mungkin saja terdapat sebagian skala volt dengan nilai maksimum yang tidak sama. Rentang pengukuran yang diambil dengan kenop pemilih bakal memastikan skala tegangan yang terbaca.

  • Nilai skala maksimum mesti sesuai sama rentang yang diambil dengan kenop. Skala tegangan, tak seperti skala ohm, berbentuk linier. Skala itu akurat atau tak beralih. Sudah pasti bakal tambah lebih gampang membaca 24 volt pada skala 50 volt daripada skala 250 volt, yang akan tidak tunjukkan pergantian bermakna pada 20 serta 30 volt.

Uji tegangan listrik dari satu stop kontak.

step 3 - 4

Step 3 – 4

Di Indonesia, biasanya nilai tegangan AC pada rumah tinggal yaitu 220 volt.

  • Masukkan probe hitam ke satu diantara lubang stop kontak. Harusnya sesudah hal itu dikerjakan kabel pengukur hitam dapat dilepaskan tanpa ada bergoyang lantaran kontak dibagian dalam bakal mencengkeramprobe, seperti waktu mencolokkan piranti listrik lain.
  • Masukkan probe merah ke lubang satunya. Multimeter harusnya tunjukkan nilai tegangan sekitar 220 volt.

Cabut kabel pengukuran.

Putar kenop pemilih ke rentang paling kecil yang masihlah mampu tunjukkan nilai terbaca (220).

Colok kembali kabel seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya.

Multimeter bisa tunjukkan kisaran nilai pada 210 serta 225 volt. Penentuan rentang utama untuk memperoleh pengukuran yang akurat.

  • Jika penunjuk tak bergerak, terdapat peluang model pengukuran yang diambil yaitu DC daripada AC. Model AC serta DC tak cocok. Model pengukuran yang dipakai mesti benar. Bila tak diatur dengan tepat, pengguna dapat salah menduga kalau tidak ada tegangan, yang dapat mengakibatkan kekeliruan yang beresiko.
  • Pastikan untuk coba ke-2 model bila jarum penunjuk tak bergerak. Atur multimeter ke model AC volt, serta cobalah lagi.

Upayakan supaya tak perlu memegang ke-2 probe.

Apabila sangat mungkin, coba untuk menghubungkan sekurang-kurangnya satu kabel pengukuran sedemikian rupa hingga anda tak perlu memegang keduanya pada saat melakukan pengukuran. Sebagian meteran mempunyai aksesori meliputi capit buaya atau jepit lain yang bakal menolong dalam soal ini. Meminimalisir kontak dengan rangkaian listrik kurangi peluang alami luka bakar atau cedera.

4. Cara Mengukur Arus Dengan Multitester

Yakinkan anda sudah mengukur tegangan awal.

step 4 - 1

Step 4 -1

Anda butuh memastikan apakah rangkaian berbentuk AC atau DC dengan mengukur tegangannya seperti yang diterangkan dalam beberapa langkah terlebih dulu.

Atur multimeter pada model ampere AC atau DC paling tinggi.

step 4 - 2

Step 4 -2

Bila rangkaian yang bakal diuji yaitu AC namun meteran cuma dapat mengukur arus DC (atau demikian sebaliknya), berhenti. Multimeter mesti ditata pada model yang sama (AC atau DC) seperti tegangan supaya bukan sekedar tunjukkan nilai 0.

  • Sadarilah kalau umumnya multimeter cuma bakal mengukur arus yang bernilai sangat kecil, yaitu pada kisaran μA serta mA. 1 μA = 0, 000001 ampere serta 1 mA =0, 01 ampere. Itu yaitu nilai arus yang mengalir pada rangkaian elektronik biasanya, yang dengan cara riil beberapa ribu (serta bahkan jutaan) kali lebih kecil dari pada pada rangkaian otomatif atau piranti listrik rumahan.
  • Hanya sebagai referensi, satu bola lampu 100W/120V mempunyai arus 0, 833 ampere. Nilai itu memungkinan mengakibatkan kerusakan meteran serta tak dapat diperbaiki.

Pikirkan memakai ampere meter jepit (clamp-on).

step 4 - 3

Step 4 – 3

Ideal untuk yang memiliki tempat tinggal. Sebagai contoh, pakai multimeter itu untuk mengukur arus lewat resistor 4700 ohm pada tegangan DC 9 volt.

  • Untuk lakukan hal itu, masukan probe hitam kedalam jack bertulisan ” COM ” atau ” – ” serta masukan pen merah kedalam jack bertulisan ” A “.
  • Matikan listrik pada sirkuit.
  • Buka sisi sirkuit yang bakal diuji (satu kepadanya atau yang lain dari resistor). Sambungkan meteran dengan cara seri hingga tutup rangkaian. Satu amperemeter disusun dengan cara seri dengan rangkaian untuk mengukur arus. Hal itu tidak bisa dikerjakan ” terbalik ” (multimeter dapat rusak).
  • Amati polaritas. Arus mengalir dari arah positif ke negatif. Atur rentang pengukuran arus ke nilai paling tinggi.
  • Nyalakan multimeter serta turunkan rentang pengukuran arus untuk sangat mungkin pembacaan yang akurat. Janganlah pakai rentang yang sangat kecil supaya tak terjadi hal yang tidak diinginkan atau kerusakan. Harusnya didapat pembacaan sekitaran 2 mA, sesuai sama Hukum Ohm, I = V/R = (9 volt) / (4700 Ω) = 0, 00191 A = 1, 91 mA.

Cermati kehadiran tapis kapasitor atau komponen lain yang memerlukan surge (lonjakan arus) saat diaktifkan.

step 4 - 4

Step 4 – 4

Bahkan juga walau arus yang dibutuhkan untuk operasi rendah serta ada dalam rentang sekring multimeter, surge dapat berulang-kali lebih tinggi, lantaran keadaan awal tapis kapasitor kosong, nyaris seperti satu rangkaian singkat. Sekring nyaris pastinya akan rusak bila alat yang diukur alami lonjakan arus berulang-kali lipat lebih tinggi dari batas nilai sekring. Dalam tiap-tiap masalah, manfaatkanlah rentang pengukuran yang terproteksi sekring bernilai tinggi serta hati-hatilah.

Sumber Referensi :

  • wikihow.com

Itulah tips cara memakai atau menggunakan multitester atau multimeter dengan baik dan benar. Jangan lupa untuk baca tips n trik cara menggunakan alat ukur lainnya hanya di sinarilmu.com

About The Author

Add Comment